Sidik jari adalah hasil reproduksi tapak jari baik yang
sengaja diambil,dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada
benda karena pernah tersentuh dengan kulit telapak tangan/kaki. Kulit telapak
adalah kulit pada bagian telapak tangan mulai dari pangkal pergelangan sampai
kesemua ujung jari dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai
ke ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus menonjol yang
keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah/alur yang membentuk lukisan
tertentu.
Sidik kulit yang termasuk sidik jari, sidik telapak, dan jejak kaki mulai terbentuk sejak janin berusia sekitar 13-19 minggu. Secara morfologis, sidik kulit ini ditentukan oleh kromosom. Pakar genetika telah membuktikan bahwa sidik kulit dibentuk dan diwariskan secara genetis.
Kulit tapak terdiri dari 2 lapisan :
2. Lapisan epidermal adalah lapisan kulit luar/garis
papilar. Garis inilah yang menjadi perhatian kita untuk menentukan bentuk pokok
perumusan dan perbandingan sidik jari.
Jenis sidik jari dibagi menjadi tiga macam,yaitu:
1. Visible impression adalah sidik jari yang dapat langsung
dilihat tanpa menggunakan alat bantu.
2. Laten impression adalah sidik jari yang biasanya tidak
dapat dilihat langsung tetapi harus dengan menggunakan beberapa cara
pengembangan terlebih dahulu supaya dapat nampak lebih jelas.
3. Plastic impression adalah sidik jari yang berbekas pada
benda yang lunak seperti sabun, gemuk, permen, coklat. Sedangkan untuk sidik
jari yang mengalami kerusakan atau cacat dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Cacat sementara adalah cacat pada bagian kulit luar
(epidermal) dan garis yang cacat /rusak tersebut dapat sembuh kembali seperti
semula.
2. Cacat tetap/permanen adalah cacat yang disebabkan karena ikut
rusaknya garis yang sampai lapisan dermal. Sidik jari yang cacat tetap atau
sementara biasnya tidak akan mempengaruhi identifikasi terhadap jari kecuali
apabila sidik jari rusak sama sekali.
Ada tiga dalil atau aksioma yang
melandasi daktiloskopi (ilmu sidik jari) dicetuskan oleh Sir Francois Galton (1822-1916) didasarkan pada hasil penelitian terhadap beribu-ribu sidik jari manusia yang telah diteliti, yaitu:
1. Sidik jari setiap orang tidak sama walaupun kembar identik
2. Sidik jari manusia tidak berubah selama hidup.
3. Sidik jari dapat dirumuskan dan diklasifikasikan secara
matematis.
- Surat kabar London New Of The World tahun 1937 menyediakan hadiah $ 1000 bagi mereka sidik jari yang sama dengan sidik jari yang disayembarakan namun juga tidak ditemukan.
- William Jenings anggota Franklin Institute Philadelpia mengambil sidik jarinya sendiri pada umur 27 tahun ( 1887 ) kemudian membandingkan dengan sidik jarinya setelah berumur 77 tahun ternyata tidak terjadi perubahan.
- Tahun 1903 dipenjara Leavan Worth Kansas ditemukan kesamaan data antropometry, potret wajah dari dua orang negro bernama Will West dan Wiliam West tetapi sidik jari mereka berbeda.


No comments:
Post a Comment